Trip to JEPANG! - Part 6 (TOKYO & PULANG!)

Akhirnya ini hari terakhir kami berada di negeri sakura ini. Setelah hampir 13 hari perjalanan kami di empat kota, Tokyo, Osaka, Kyoto dan juga Sendai, hari ini adalah jadwal pesawat kepulangan kami kembali ke Indonesia. Nah, disini kami sengaja memilih flight malam agar setengah harinya bisa kami alokasikan untuk kembali berputar-putar di Tokyo sesaat, dan destinasi utama kami di waktu yang singkat ini tidak lain adalah menuju area Shinjuku dan Harajuku. Oh ya sebelumnya, minta maaf saya seharian ini nggak bawa kamera jadi sama sekali minim foto, alhasil ini hampir semua hasil googling foto-fotonya, semua sumber sudah saya cantumkan dibawahnya ya... *sorry*

Tokyo Shinjuku Skyscrapers (Courtesy of Wikipedia)

SENDAI TO TOKYO


Kami bangun pagi sekali dan sudah packing. Sudah jelas sebagian besar dari kami kopernya beranak-pinak dengan bagian depannya yang digembungkan. Setelah kami sedikit beradegan drama korea *halah* farewell a.k.a pamitan sama teman-teman kami dari Thailand di dorm yang sengaja ikut bangun pagi-pagi karena ingin melepas keberangkatan kami *kenapa drama, karena mereka sedih plus pake acara nangis peluk-peluk, termasuk teman saya juga ikut nangis, akibat perpisahan yang harus terjadi*, kamipun berangkat menuju Sendai-eki sekitar pukul 7 menggunakan taksi. Tiba di Sendai-eki, sedikit menghela nafas karena akhirnya kami benar-benar harus berpamitan dengan kota yang satu ini. Total 10 hari kami habiskan di kota ini, dan di Sendai-eki ini lah terlalu banyak kenangan indah yang kami punya *kenangan shopping murah meriah sampe mborong ini itu tiap hari* dan saat itu adalah menit-menit terakhir kami berada disana. Pilu.

Begitu melihat jadwal kereta shinkansen, pas sekali karena dalam beberapa menit saja sudah bakal ada kereta Komachi yang datang menuju Tokyo sehingga kami tak perlu menunggu lama. Kali ini karena JR PASS saya sudah habis masa berlakunya, maka saya harus membeli tiket sendiri dulu. Nah akibat koper-koper kami yang besar ini, kami harus sedikit memutar otak untuk mengakali tempat penyimpanannya di kereta selama perjalanan di shinkansen nantinya, kan sudah jelas ga muatnya, kompartemen di shinkansen terbatas, nah tipsnya saya bagikan di postingan khusus yah bersama tips and trick lainnya. Langsung lanjut kedatangan kami di Tokyo Station!

TOKYO STATION


Tiba di Tokyo Station, saya dari awal sudah berencana menitipkan segala koper dan barang bawaan kami di luggage/baggage storage alias tempat penitipan koper disini dulu, kan nanti kami ujung-ujungnya kembali kesini juga untuk naik kereta menuju bandara Haneda, ditambah nggak mungkin juga berkeliling Tokyo bawa barang banyak bisa kolaps saya. Inilah alasan saya tidak bawa kamera seharian dan saya tidak bisa memposting foto saya sendiri di postingan ini. Kamera saya satu tas saya titipkan juga disini, kamera saya kamera DSLR yang sungguh besar dan berat yang nanti pasti bakal pegal sekali kalo dibawa muter-muter.

Tokyo Station (Courtesy of AntonioTajuelo)

Nah hasil dari googling mengatakan bahwa ada satu counter penitipan di Tokyo Station, yakni di JR East Travel Service Center (KLIK DISINI). Seingat saya biaya penitipannya per item itu ¥500, jadi kalo kalian nitip barang yang kecil-kecil mending masukin ke dalam koper/bag yang lebih besar dijadikan satu karena mereka ngitungnya per pieces. Ada opsi lainnya juga misal nggak nitip di situ, misal di loker-loker yang tersebar diseluruh stasiun dengan berbagai ukuran, bayarnya ada mesinnya, seingat saya sama juga seperti nitip di kantor ¥500.

Nitipin koper disini di Baggage Counter Tokyo Station (Courtesy of TokyoTips)

Anyway, pelajaran aja buat kalian kalo ke Jepang kalian harus bener-bener bisa baca peta -_- untuk nyari letak baggage counter ini aja saya dan teman-teman kewalahan karena kan memang banyak pintu exit tuh di Tokyo Station, nah diantara kami berlima, yang bener bisa dan lagi niat ngeliatin peta cuma saya sendiri. Alhasil saya yang harus nyari jalan dan memandu, sedangkan yang lain entah pada lagi malas atau memang ngakunya sih gabisa baca peta ya harus terima konsekuensinya kalo saya salah jalan -_- Akhirnya terbukti, saya tetap saja kelimpungan. Kereta shinkansen kami tidak turun di dekat gate yang ada kantor bagasinya, pikir saya kalo lewat dalam Tokyo Station kemudian nyari pintu keluar yang benar bakal lebih mudah dan cepat, nyatanya di dalam stasiun ini saja semuanya mbulet, it's too big! Akhirnya saya pribadi putuskan untuk keluar gate terdekat, terus cari aja gate letak kantornya dengan muterin ngelilingin bagian luar Tokyo Station, meski akhirnya membuang lebih banyak waktu -_- *jadi another tips ya kalo kalian belum bener hafal Tokyo Station dan daripada tersesat di dalem nyari kantornya, keluar aja dari gate manapun terus cari gate letak kantor bagasinya dari luar, lebih gampang*


Gimana? Liat petanya Tokyo Station ini aja udah mbuletisasi kan!! (Courtesy of JREAST

SHINJUKU (ISETAN, CENTRAL PARK, TMG BUILDING)


Perjalanan hari terakhirpun dimulai! Destinasi pertama kami adalah SHINJUKU. Dari sedimikan cantiknya itinerary saya yang sudah saya rencanakan, nyatanya benar-benar tidak bisa terlaksana semua. Niatnya awal ke Harajuku baru kemudian ke Shinjuku untuk makan siang, nyobain makan Ouka Ramen yang terkenal halal itu (KLIK DISINI), nyatanya semua berubah total. Saya mengubah rute perjalanan ini karena ingin mencarikan titipan barang untuk teman saya di Indonesia, dan kebetulan store-nya ada di Shinjuku ini *yah ini memang mengorbankan waktu banget cari toko sana sini sampai yang lain pada sebel ngikutin saya*. Ini jadi tips lagi buat kalian yang pergi berombongan, sebenernya pecah rombongan aja nanti ketemu di Tokyo Station lagi apa gimana itu lebih baik dan efisien. Sayangnya pada saat itu teman-teman saya sama sekali tidak mau berpencar-pencar, alasannya takut tersesat, pada nggak tau jalan kembali dan nggak bisa bahasa Jepang, Tokyo itu besar katanya *apa kabar saya yang hampir tiap waktu disuruh memandu jalan berkali-kali, sama-sama nggak tau Jepang juga, sepertinya mereka pada kurang jiwa petualangnya nih hahaha, kurang nekat aja ini cuy*.

ISETAN Shinjuku Department Store (Courtesy of TimeOut)

Setelah agak drama nyariin barang teman saya di ISETAN (KLIK DISINI), ini department store ternama di Jepang yang berlantai-lantai, lantai paling bawah isinya full MAKANAN mulai jajanan sweets sampai yang asin-asin, sampai makanan berat yang semuanya menggoda iman dan menggelitik nafsu makan (ujung-ujungnya nggak dapet barang titipan yang dicari *lol, maapin ya teman saya, saya tidak dapatkan barangnya karena sudah ganti season kata shopkeepernya, dan maap juga teman-teman serombongan saya yang sudah saya buang-buangkan waktunya di Tokyo*), kami akhirnya memutuskan membeli sedikit bekal di Lawson terlebih dahulu dan berkeliling di kompleks gedung perkantoran pencakar langit dengan berbagai bentuk di Shinjuku, sebutannya sih Shinjuku Skyscraper District. Yap, Shinjuku memang pusat metropolitan Tokyo, disini letak perkantoran utama di Tokyo, penuh gedung-gedung tinggi, sudah bisa dipastikan jika pagi hari akan penuh lalu-lalang pekerja yang berangkat ngantor berjaskan hitam kemeja putih. Selain itu tentu saja juga penuh pusat perbelanjaan, mulai department stores hingga pertokoan outlet yang menjual barang fashion sampai alat-alat elektronik.

Nah seperti ini pemandangannya, sering ada di komik Conan (Courtesy of Accessible-Japan)
Setelah itu kami memutuskan ingin ke taman, kata teman saya ingin merasakan tamannya Jepang bagaimana. Awalnya mau ke Shinjuku Gyoen National Park yang terkenal itu (KLIK DISINI), namun apadaya google maps dan kaki kami mengarahkan kita ke taman yang terdekat dengan posisi kita saat itu, yakni Shinjuku Central Park (KLIK DISINI). Tepat dekat dengan tempat tersebut saya melihat ada bangunan tinggi yang tidak lain adalah Tokyo Metropolitan Government (TMG) Building (KLIK DISINI). Karena sebelumnya saya sudah pernah membaca tentang gedung ini yang memiliki dua observatory deck di menara kanan dan kiri, yang dibuka untuk umum dan tentu saja gratis, maka setelah berduduk-duduk santai sekitar 30 menit sayapun mengajak teman-teman saya kesana. Oh ya di observatory deck TMG ini juga ada penjual pernak-pernik souvenir juga lho.

Shinjuku Central Park (Courtesy of Wikipedia)

Miniatur Air Terjun Niagara di Shinjuk Central Park (Courtesy of MHAW)

TMG Building, dua menara, dua observatory deck (Courtesy of Japan-Guide)

HARAJUKU STREET (DAISO, LINE STORE)


Kelar dari TMG dan berfoto-foto ria, saya dan teman-teman bergegas menuju Harajuku menggunakan Tokyo Metro Subway. Nah, penyesalan saya bertambah besar begitu tiba disana, bagaimana tidak disini banyak sekali yang bisa dilihat dan didatangi, pusat perbelanjaannya dan kulinernya lebih hyped ketimbang di Shinjuku, sayang sekali kami benar-benar hanya sisa waktu yang sangat-sangat terbatas. Kulinernya terutama yang bikin meringis! Makanan seperti crepes-crepes juga cake-cake terkenal itu ada disini semua, dan lain sebagainya. Pertokoannya lebih fancy dan disini jauh lebih ramai orang, penuh sesak, ketimbang di pertokoan Shinjuku maupun Ginza. Nah, tujuan utama saya ke Harajuku ini tidak lain adalah ke Daiso-nya.

Rame banget di Takeshita Dori - Harajuku (Courtesy of Flickr)

Harajuku Street (Courtesy of Urban Capture)

Seperti ini jualan crepesnya sungguh menggoda di Harajuku (Courtesy of Globalgirltravels)

Daiso, toko yang menjual aneka barang dengan harga sama ¥103 ini outlet-nya di Harujuku terletak di Takeshita-Dori, yang tidak lain merupakan jalan tersesak penuh keramaian di area Harajuku ini. Outlet Daiso disini termasuk salah satu yang terbesar di Jepang, terdiri dari 4 lantai, sudah saya rencanakan dari awal saya akan membeli banyak hal disini untuk oleh-oleh dan juga macam-macam perawatan muka (charcoal black mask, sheet mask, dsb). Saya juga membeli mainan anak-anak berupa kereta shinkansen dengan baterai untuk keponakan saya, meski dijual potongan namun saya beli semuanya lengkap, sayang saya terlewat membeli potongan terpisah dari miniatur orang-orang/penumpang untuk mengisi keretanya, diproteslah saya oleh ponakan saya saat sampai di Surabaya *hiks, mungkin ada yang mau ke Jepang bisa nitip? hahaha*.

Daiso Harajuku di Takeshita-Dori (Courtesy of TimeOut)

Kelar dari Daiso, mengantarkan beberapa teman kami melihat-lihat toko baju, kemudian kami masuk ke LINE Store. Ya disini menjual berbagai pernak pernik karakter dari LINE seperti Brown, Cony, Sally dan lain sebagainya. Oh ya disini banyak boneka dan patung besar bin dari karakter-karakter tersebut, dan pengunjung tentu saja bebas untuk berfoto-foto ria. Keluar dari LINE Store sudah sore, kami segera bergegas menuju bandara. Flight kami memang masih jam 11 malam namun kami ingin lebih awal berada di Bandara, selain ingin berbelanja cokelat oleh-oleh dan melihat toko-toko duty free, kami juga mewaspadai jam-jam rush hour pekerja Jepang pulang kerja agar kita tidak kesusahan naik kereta dengan koper-koper kami yang besar itu nantinya, belum lagi misal ada kejadian tersesat lagi di Tokyo Station yang besar itu hahaha! Well, anticipation is a must!

Tampak depan LINE Store di Harajuku (Courtesy of tripadvisor)

Boneka Brown besar ini biasanya dijadikan tempat foto orang-orang (Courtesy of Japan Info)

HANEDA AIRPORT (BACK TO SURABAYA)


Kami tiba di Haneda sekitar pukul 6 dan langsung mapan nyari colokan charger handphone *kebiasaan anak masa kini baterai ngedrop akibat upload sana sini*. Berbeda dengan saat kedatangan kami, suasana di Haneda pada jam tersebut lebih "hidup", semua pertokoannya pada buka! *yaiyalah kemarin dateng disini tengah malam -_-*. Karena waktu yang masih panjang, saya sempat beli makan malam dulu, beli sangu makaroni rasa-rasa micin yang cuma ada di 7-eleven Jepang ini beserta cheese cakenya yang biasanya hampir saya beli tiap hari selama disini, bahkan saya juga sempat (maaf) membuang isi perut di toilet bandara. Ampun toiletnya sudah sepi, bersih, dan super cozy. Luas, ditambah toiletnya yang berteknologi canggih itu sungguh membuat saya nyaman hahaha. Sungguh berbeda dengan toilet bandara lainnya di Indonesia....... bahkan di negeri lain juga. Amit-amit mau duduk, mau masuk aja udah jijay duluan pingin cepet-cepet keluar haha. Oh ya kalo masalah fasilitas di Haneda Airport sendiri sudah pernah saya tulis di postingan pertama saya ya saat kedatangan di Jepang (BACA: Trip to JEPANG! - Part 1).

Haneda Duty Free Shop, katanya sih juga ada ANA FESTA tapi ga ketemu hahaha

Toko duty free di bandara Haneda ini tidak banyak ya, ya jual cokelat-cokelat kekinian itu sih terus ya biasa minuman liquor gitu tapi nggak lengkap juga, bahkan teman saya nitip belikan satu minuman liquor yang katanya khas dari Jepang, harapannya nemu di duty free Haneda, eh nemunya malah di KLIA Kuala Lumpur -_- *nuker duit titipan dulu jadinya ke ringgit, padal udah dikasi yen, eh dollar dulu sih terus dituker ke yen dulu pas di Sendai*. Selain itu ada outlet Uniqlo juga disini kalau masih kurang puas belanja baju, yah intinya pertokoan di bandara Haneda ini nggak terlalu besar dan banyak sih menurut saya, mungkin lebih beraneka di Narita.

Flight kamipun berangkat dan tiba di KLIA2 untuk transit sekitar jam 7 pagi keesokan harinya. Di KL kami transit sekitar 2 jam sebelum penerbangan kami selanjutnya ke Surabaya. Nah 2 jam ini kami gunakan untuk makan di Burger King dan juga membelikan minuman liquor jepang titipan teman saya itu tadi. Akhirnya, sampai di Surabaya siangnya, kembali ke peradaban dan kenyataan hidup. Untuk "tips and tricks" serta "do and dont(s)" selama di Jepang nanti segera saya tulis di postingan selanjutnya yah! Arigatou yorobun~~~ *jepang mix korea*



No comments:

Post a Comment