LASIK Experience di SALC Surabaya

Hooray! Tepat sebulan sudah saya menjalani operasi LASIK dan baru saja kelar kontrol, hasilnya dinyatakan penyembuhan mata saya cukup baik dan akan semakin berangsur lebih baik hingga 2 bulan kedepan. Yap, saya akan membagikan pengalaman saya tentang operasi LASIK yang telah saya lakukan mulai dari awal sampai akhir. Perawatan ini saya lakukan di Surabaya Advanced Lasik Centre (SALC) RS Mata Undaan Surabaya yang ada di Jl. Undaan (alamat, nomer telpon & peta dibawah ya). Any questions? just drop a comment below

LASIK (Laser Assisted In Situ Keratomileusis)

Sudah tau LASIK kan? Iya operasi mata yang bisa ngilangin minus dan silinder itu. Googling aja kalo belum paham bener dan pingin tau lengkapnya. Intinya, LASIK ini merupakan perawatan bedah untuk mata yang mengalami minus/silinder dengan cara membentuk lapisan kornea pada mata menggunakan laser, agar nanti cahaya yang masuk bisa jatuh tepat pada retina. Nah kenapa lapisan kornea itu dibentuk, itu karena pada orang dengan minus/silinder ada kelainan bentuk pada kornea matanya, entah lebih cekung atau memanjang, dan lain sebagainya, makanya harus dibentuk ditipisin gitu, nah untuk ngebuang lapisan korneanya itu pake laser *CMIIW*.

Semua berawal dari motivasi saya yang sudah sangat jenuh berkacamata tebal. Saya sudah sering berganti frame kacamata berkali-kali akibat keteledoran saya, contohnya gagangnya patah atau kacanya pecah, mur yang lepas kemudian hilang, hingga gagangnya yang sudah tidak stabil (a.k.a mencong) karena habis ketindihan. Ditambah lagi, adanya keterbatasan pilihan frame yang bagus di optik untuk saya karena ukuran minus saya yang cukup besar ini mengakibatkan saya tidak bisa menggunakan frame yang ringan-ringan dan tipis, nanti lensanya tidak muat. Oh sama keterbatasan pemilihan sunglasses! Mahal banget gak tuh, gabisa beli sama pake-pake yang kacamata lucu 35ribuan itu. Ada lagi alasan lainnya, kalau pas lagi renang atau lagi main-main di pantai otomatis gabisa liat apa-apa dengan jelas karena harus lepas kacamata *sedih banget*. Another super-silly reason mungkin adalah karena ingin lepas dari bayang-bayang dibilang "AFGAN KW 1" *almost everyone said that to me, even strangers*.


Dipikir-pikir matang dulu kalau mau LASIK ya, nggak murah nih (courtesy of http://www.berkeleyeye.com)

PEMERIKSAAN PRE LASIK


Sebelum kita menentukan hari LASIK, kita terlebih dahulu harus melakukan pemeriksaan pre-LASIK alias pemeriksaan sebelum LASIK. Ini dilakukan untuk menentukan apakah mata kita layak/indikasi LASIK atau tidak, makanya tidak semua orang bisa menjalani LASIK, semua tergantung dari hasil pemeriksaan ini. Pemeriksaan pre LASIK sendiri di SALC cukup memakan waktu, tapi semua bergantung dokternya sih, kadang ada yang harus nunggu dokternya lama, ada juga yang cepet. Rata-rata bisa sekitar 2-3 jam. Pemeriksaannya banyak banget, ada pemeriksaan tekanan bola mata, pemeriksaan ketajaman penglihatan, ketebalan kornea dan lain sebagainya. Oh ya harus sudah ditemenin kerabat ya pas periksa, soalnya setelah selesai penglihatan kita akan kabur dan silau sementara, ini efek obat midriatyl yang membuat pupil kita membesar saat pengecekan retina, sehingga sangat tidak disarankan menyetir atau membawa kendaraan sendiri.

Dari semuanya, yang paling krusial sih kayaknya retina dan kornea. Ketebalan kornea menentukan mata kita indikasi LASIK atau tidak, kalau sangat tipis tentu tidak diindikasikan untuk melakukan LASIK. Nah kalau pemeriksaan retina sendiri akan menentukan rencana perawatan plus biaya tambahan untuk perawatan LASIK. Mata saya termasuk yang bermasalah dengan retina, dimana ditemukan degenerasi/kerapuhan yang sangat parah. Akibatnya sebelum LASIK saya harus melakukan perawatan tambahan, ya sama intinya juga laser, tapi laser khusus retina, yang dimana ini sangat sangat sakit! Ini penting banget ya dilakukan, kalo nanti nggak dirawat dulu bisa-bisa nanti penglihatannya menghilang *coba googling ya degenerasi retina juga ablasio retina*. Perawatan retina yang dilakukan ini juga bukan menyembuhkan ya, tapi cuma mencegah keparahan lebih lanjut, makanya setelah ini saya harus terus rajin kontrol berkala ngecek retina seumur hidup.

Oh ya degenerasi retina ini penting kalian ketahui banget, terutama yang punya minus tinggi karena lebih beresiko, please ati-ati banget kalian harus coba periksa ke dokter mata yang spesialis retina deh, kalau terlambat bisa bahaya. Adanya degenerasi retina ini biasanya ditandai dengan gejala floaters alias bayang-bayang seperti benang-benang atau cincin hitam melayang-layang dalam pandangan kita. Kalau udah terlanjur parah..... menangis sudah.

PILIHAN DOKTER 


Setelah melakukan pemeriksaan pre lasik dan perawatan retina dilakukan (jika perlu), bisa langsung memilih tanggal operasi LASIK dengan dokter pilihan yang diinginkan. Seingat saya ada 7 dokter spesialis mata di SALC yang menangani LASIK ini. Saat itu saya memilih untuk dirawat oleh dr. Ria Sylvia, Sp.M atas rekomendasi dari sahabat kakak saya yang juga dokter spesialis mata di RS Mata Undaan. Beliau baik sekali dan sangat ramah, tentunya sudah sangat profesional. Dulu beliau juga pernah masuk di talkshow SBO TV membahas mengenai perawatan LASIK ini mewakili SALC. Bagaimanapun saya rasa semua dokter mata di SALC ini sudah punya jam terbang tinggi semua, semuanya juga sudah senior, jadi sepertinya tidak masalah dengan dokter siapapun insyaAllah hasilnya memuaskan, tinggal doa saja dan memaksimalkan perawatan post-operasi masing-masing agar penyembuhannya bagus dan tidak terjadi regresi (a.k.a minus/silinder kembali).

METODE LASIK


Perawatan LASIK di SALC sendiri ada 2 macam, harganya juga berbeda, ada yang Konvensional dan juga Femtosecond. Bedanya kalau pake femtosecond itu dia bakal bikin flap (bukaan bedah pada luar mata untuk akses kornea yang akan dilaser) pake laser, yang otomatis juga biayanya lebih mahal karena alatnya lebih baru, sedangkan yang konvensional bakal bikin flap pake microtome biasa alias pisau mikro, meski pake blade microtome ini tetap menggunakan alat ya, jadi bukan dokternya langsung membelah kornea kita gitu kayak operasi-operasi lainnya kebanyakan. Untuk pemilihan macam perawatan ini harus didiskusikan dengan dokter terlebih dahulu, nantinya akan disesuaikan dengan kondisi mata anda masing-masing lebih cocok yang mana.

Kalau saya, awalnya saya minta menggunakan yang femtosecond, jelas karena teknologi ini lebih modern, mindset saya berkata hasilnya tentu akan lebih maksimal, ada harga ada rupa. Namun setelah berkonsutasi dengan dr. Ria langsung pada saat sebelum operasi, saya lebih disarankan LASIK dengan metode konvensional saja, karena mata saya sangat sensitif, ditambah saat itu ada sedikit bleeding pada sklera (bagian putih mata) saya, dan apabila menggunakan femtosecond ditakutkan akan lebih parah karena prosedurnya perlu waktu vacuum yang lebih lama daripada teknik konvensional. Sebenarnya bisa saja sih kalau mau femtosecond, tapi karena kata beliau kalau jadi saya maka akan lebih memilih konvensional ya saya ikut saja. Saya jujur juga kurang paham sebenarnya dengan penjelasan tersebut, tapi ya sudah saya terlanjur percaya dari awal dengan kinerjanya *hahaha*.

Yang terbaru saya dengar di Jakarta sudah ada LASIK teknologi yang lebih modern dan canggih yaitu ReLEx Smile, yang hanya butuh membuat flap jauh lebih kecil, hanya 20% saja dibanding dari LASIK lainnya sehingga proses penyembuhannya jauh lebih cepat hanya hitungan hari *katanya gitu sih*, dan tentunya harganya jauh diatas LASIK konvensional maupun femtosecond. Saya lihat di youtube, salah satu yang melakukan LASIK dengan metode ini ada vlogger Indonesia ternama Kevin Hendrawan (KLIK: Review LASIK - Kevin Hendrawan).

BIAYA LASIK


Untuk biaya sendiri setiap orang bisa berbeda-beda tergantung kondisi matanya. Di SALC sendiri ada harga satuan dan juga paket. Untuk yang paket LASIK dua mata sudah termasuk obat-obatan post-operasi (tidak termasuk apabila ada diperlukan obat-obat tambahan pada saat kontrol), biaya konsultasi dan juga periksa saat kontrol sebanyak 3x. Pada saat saya operasi di bulan April 2017 sendiri, biaya pemeriksaan pre lasik 1,25 juta, paket LASIK konvensional 20 juta, sedangkan paket LASIK femtosecond 25 juta. Lebih detail bisa ditanyakan langsung via telepon ke SALC.

Saya juga sudah sempat membandingkan dengan harga di SEC (Surabaya Eye Clinic) di Jl. Jemursari dan kurang lebih sama, kebetulan di Surabaya sendiri saya hanya tau dua rumah sakit ini yang menyediakan layanan LASIK. Oh ya LASIK tidak dicover oleh asuransi BPJS ya, saya rasa asuransi lainnya juga. Untuk biaya LASIK dengan teknik ReLex Smile di Jakarta kena 35-40 juta belum termasuk kontrol *katanya Kokoh Kevin*.


PROSES OPERASI LASIK


Proses LASIK sendiri membutuhkan waktu total sekitar 45 menit ya, itu dimulai dari tidur-tiduran menunggu obat bius bekerja sampai tidur-tiduran sesaat setelah operasi. Kalau untuk proses LASIKnya sendiri mungkin hanya butuh 10-20 menit saja untuk dua mata. Satu hari sebelum LASIK pasti akan dihubungi oleh pihak SALC dan dijelaskan instruksi sebelum operasi seperti tidak begadang, keramas terlebih dahulu (karena habis gitu ga boleh keramas 2-3 minggu), tidak memakai wangi-wangian, dan juga memakai baju yang longgar dan hangat (kamar operasi dan ruang tidur-tiduran keduanya dingin banget, jangan pakai baju tipis-tipis dan pakai kaos kaki ya saran saya).

Nah setelah pemeriksaan dan konsultasi dokter selesai dan dinyatakan operasi siap dilakukan, kita akan menggunakan baju operasi, seputaran mata diulas antiseptik betadine dan kemudian diberikan tetesan obat anastesi (obat bius) lokal pada mata. Anastesinya lokal ya, bukan total/general, jadi selama operasi kita tetep sadar dan bisa ngeliat-liat mata kita diubek-ubek. Udah habis gitu disuruh tiduran bentar 15 menitan sambil tiap 5 menit ditetesin obatnya lagi biar obat biusnya kerja terus pas masuk kamar operasi. Ada beberapa pasien yang dikasi obat penenang juga sih tablet gitu untuk menurunkan kegelisahan, diminum tapi saya enggak dikasih sih.

Kurang lebih alatnya kayak gini, mirip mesin fotokopi cuma ada kasurnya -_-

Kalo pas operasi tinggal ikutin instruksi dokternya aja, jangan lihat kesana kemari, pandangan lurus ke arah titik merah di dalem alat dan jangan sering berkedip (kelopak matanya dibuka kok nanti pake alat gitu dan diplester juga, jadi sebenernya ga kedip sekalipun juga bisa kan udah dibius jadi terasa kebas dari rasa kering). Banyak videonya di youtube, mau yang beneran atau animasi ada semua, coba searching aja, mirip kok sama itu saya udah liat semua saat sebelum memutuskan LASIK. Intinya setelah bikin flap, dibentuk korneanya pake lasernya - ini ada semacam bau gosong gitu, terus dibersihin pake air steril sama diulas-ulas pake sapu mini gitu ngebersihin sisa korneanya yang hangus kena laser, terus dikembaliin flapnya, udah selesai deh. Ga ada proses jahit menjahit ya karena nanti bisa sembuh sendiri, lagian ga mbayangin juga kalo nanti matanya dijahit bisa ngliat ada benang jahit dong di penglihatan ini, belum kontrol lepas jahitannya gimana *wadaw* -_-

Gambaran tahapan sederhana LASIK metode konvensional/femtosecond

Setelah selesai operasi, kembali ke ruang tidur-tiduran, disuruh merem bentar 15-20 menitan terus lepas baju operasi dan disuruh nunggu bentar di luar untuk dikasih obat dan instruksi apa aja yang harus dan tidak boleh dilakukan. Kelar semua, boleh pulang dan langsung makan siang *laper kak*, oh ya jangan lupa udah bawa kacamata hitam ya dari rumah sebelum operasi untuk perlindungan dengan dunia luar.

POST-OPERASI LASIK


Disini mata udah mulai bisa ngeliat yang jarak jauh sih cuma masih agak kabur dikit dan juga ketambahan kalo liat tulisan yang jarak deket tulisannya dobel/goyang-goyang gitu, gabisa baca tulisan apapun di gadget. Mata juga kerasa ada yang ngganjel dan sedikit perih tapi bear-able, katanya dokternya dan udah saya buktikan sendiri juga rasa ngganjel di mata ini bakalan hilang 4-5 jam setelah operasi. Kalo masalah penglihatan yang masih agak kabur akan berangsur-angsur pulih dan mencapai maksimal hingga 3 bulan kedepan.

Kita bakal dikasi dua macem obat tetes, satu antibiotik-antiinflamasi (Tobradex), satu air mata artifisial (Tears Naturale II). Semua udah ada kertas panduan pemakaiannya. Instruksi lainnya sederhana tapi susah dilakukan kayak jangan kena air, jangan dikucek, mandi cuma boleh leher ke bawah, kalau mau ngebersihin muka cuma boleh pake tisu basah, itupun bagian mata ga boleh dengan tekanan - takut flapnya kegeser, kalo tidur harus pake pelindung (pelindungnya juga dikasi dari SALC sama plesternya juga), kalo keluar harus pake kacamata (kalo bisa kacamata item) supaya terlindungi dari debu dan partikel kecil lainnya ke mata juga sinar matahari.

KONTROL


Untuk 3x kontrol itu terdiri dari kontrol H+1, H+seminggu ama H+sebulan. Pas kontrol H+1 sama H+seminggu ga beda jauh sih perkembangannya, nah kalo pas sebulan ini yang saya rasakan sih sudah banyak kemajuan. Sudah bisa baca jauh dan dekat cuma masih gampang kering aja matanya apalagi kalo pas jalan-jalan. Pas dicek pake alat sih minusnya yang kanan udah 0, yang kiri masih nyisa dikit, katanya sih ditunggu sampe 3 bulan dulu biar sampe maksimal sembuhnya, tapi dari saya sendiri sih ga terlalu berharap besar karena emang dari awal sudah riset dan juga tanya sana-sini kalo LASIK itu tidak bisa menyembuhkan sepenuhnya minus kita sampai nilai NOL bulat, pasti ada sisa sedikit, jadi saya tidak terlalu kecewa karena dari awal mindset saya hanya ingin lepas dari jeratan kacamata dan bisa melihat jauh, jika itu sudah tercapai ya saya sudah puas dan bersyukur.

Pelajarannya sebelum kalian memutuskan LASIK, jadilah calon pasien yang pintar! Jangan langsung minta LASIK aja, ada baiknya riset dulu kesana kemari, sekarang googling aja bisa nemu jadi udah tau gimana-gimananya biar nanti puas sama hasil akhirnya. Kalau yakin mau LASIK, pastikan harapan kamu itu realistis, inget gimana-gimana mata kita yang minus ini udah nggak normal dari awal, kalau mau disempurnain jadi sesempurna mungkin hanya Tuhan YME yang sanggup, dokter dan peralatan canggih ini hanya memaksimalkan apa yang bisa dilakukan.

Instruksi lainnya yang baru saya dapat hari ini sepulang kontrol H+1 bulan adalah belum boleh renang sampai genap 3 bulan dan sudah boleh keramas sendiri dan mandi leher ke atas tapi harus merem. Tetes air mata *matanya kebanyakan nangis akibat tersakiti habis sumurnya deh sampe harus dikasi air mata palsu* tetap dilanjutkan ditambah pemberian vitamin mata. Oh sama belum boleh olahraga yang berat kayak angkat beban dan yang beresiko terjadi benturan pada mata kayak basket juga boxing/bela diri lainnya, ini nih yang sedih banget, karena retina saya yang bermasalah dan sangat rapuh jadi saran dokternya mending ganti jenis olahraga dari fitness ke yang lain selama-lamanya seumur hidup *bye bye badan taeyang, ikutin aja daripada kelam*.

FREQUENTLY ASKED QUESTIONS (FAQ)


Q: Sakit nggak tuh operasinya? Serem gitu anastesinya lokal jadi masih sadar..
A: Terasa tapi nggak sakit sama sekali, kerasa diubek-ubek matanya tapi BIYASA aja, nggak usah lebay, apalagi kemakan tipu-tipu adegan di film Final Destination 5 -_-

Q: Kalo masih muda gini bisa LASIK nggak? denger-denger harus sudah besar?
A: Iya ada persyaratan minim 18 tahun, soalnya disitu pertumbuhan bola mata udah fixed alias berhenti dan biasanya ukuran minusnya udah stabil ga nambah-nambah terlalu besar.

Q: Minus berapa sih? Kalo buat LASIK sendiri ada batesan minusnya?
A: Saya kanan -4,75, kiri -5,50, dua-duanya silinder 0,5. Ada, kalo di SALC sih infonya bates maksimal -14, silinder 5,0. Ini kayaknya batesannya beda-beda tiap dokter/klinik, konsultasi dulu aja.

Q: Syarat lainnya apa aja nih untuk LASIK?
A: Ga ada penyakit autoimun (HIV/AIDS, lupus, dsb), nggak lagi hamil/menyusui, korneanya lagi nggak sakit/infeksi, ga ada penyakit sistemik (diabetes). Oh sama kalo pake contact lens harus dilepas 2 mingguan sebelum LASIK, karena pemakaian soft lens ini merubah bentuk kornea yang sebenernya, jadi harus dinormalin dulu. 

Q: Beneran ngefek nih ya bisa liat jelas setelah LASIK?
A: Iya bisa, jelas banget, keliatan banget bedanya.

Q: Kan abang LASIK metode konvensional, flapnya pake pisau gitu gimana ya?
A: Jujur ga kerasa ada pisau tajem-tajem masuk mata selama operasi, bahkan saya sendiri ga bisa melihat jelas dan ga tau kapan pas waktu bikin flap-nya, ya meski pisau tapi kan ukurannya mikro, namanya aja microtome, jadi ya ga kerasa karena kecil banget. Untungnya lagi harganya lebih murah *alhamdulillah*.

Q: Ada efek sampingnya gak nih setelah LASIK?
A: Ada, jadi rada nggak bisa jelas baca yang jarak deket alias berasa jadi plus matanya, ini normal karena masih penyesuaian. Ada lagi yang lain itu pas kalo malem hari atau pas gelap gitu, pas ngelihat lampu kayak lampu jalanan sama lampu mobil kebentuk glare juga starburst (googling yah bentukannya gimana), intinya menyilaukan mata. Ini biasanya lebih dirasain sama pasien yang punya diameter pupil yang besar, termasuk saya. Tapi semua keluhan ini sifatnya sementara semua sih, ini sebulan udah rada got better semua.

Q: Jadi udah pasti ya nanti ga bakal pake kacamata lagi?
A: Hanya Tuhan YME yang tahu, kita cuma bisa meminimalkan resiko. Nah tapi nanti kalo semakin berumur a.k.a semakin tua, sebagai efek aging/penuaan bisa saja muncul plus atau presbiopi, jadi bisa saja pakai kacamata lagi, tapi kacamata baca. Ini ga bakal bisa disembuhin pake LASIK soalnya itu bukan karena kelainan kornea, tapi karena efek melemahnya otot-otot mata yang sudah menua. Makanya harus bener-bener dirawat dari kecil semuanya kalo kelar LASIK biar nggak wasted. Gih jangan keseringan mantengin gadget! Sayangi mata!

Q: Lah kemungkinan minusnya bisa balik lagi itu beneran apa nggak ya?
A: Bisa aja, sebutannya regresi. Terjadi pada sebagian kecil kasus setelah LASIK, biasanya ya pada kasus-kasus yang minusnya belum stabil, apalagi kalo pasien LASIKnya masih muda deket-deket 18 tahun. Intinya untuk meminimalkan terjadinya regresi ini ya harus beneran dijaga matanya bener-bener deh, jangan jadi kedelai keledai diulang lagi ngerusakin matanya. Caranya ya macem-macem jangan sering-sering dan terlalu lama menatap layar/screen apapun (gadget, TV, dll) - sinar birunya bahaya, nonton gelap-gelap atau terlalu dekat, baca buku sambil tidur dan lain sebagainya, tetep minum vitamin mata (Eyevit, Nutrivision, dan lain sebagainya) dan kalo keluar ruangan pake kacamata hitam (hindari sinar UV & asap polusi) radikal bebas ngerusak mata banget itu cuy.

Q: LASIK cuma bisa sekali seumur hidup? Kalo misal regresi terus mau di-LASIK lagi kedua kalinya apa bisa diulang lagi? Kok denger-denger ada yang bilang maksimal 2x, ada yang 1x, yang mana yang bener?
A: Semua tergantung sisa ketebalan kornea setelah LASIK pertama. Kalo sisa korneanya masih cukup-cukup aja ya mau dilakukan LASIK berapa kali lagipun juga gapapa, sebutannya enhancement. Nah tapi ya karena LASIK itu udah nipisin kornea banget, apalagi kalian yang minusnya tinggi, jadi sisanya after LASIK pasti juga tinggal dikit, mungkin mentok-mentok 2-3x aja maksimal. Kalau nekat di-LASIK lagi adanya kornea abis terus lasernya kena lensa, makin rusak deh mata agan.. *tepuk tangan, segera cari cangkok kornea atau bola mata nganggur di pasar gelap*

Q: Minus saya 2,0 bisa nggak ya di LASIK?
A: Bisa-bisa aja. Tapi saran saya pribadi kalo minus dibawah 3,0 nggak usah di-LASIK karena kurang worthy sama biayanya yang sangat besar. Ditambah perbedaan penglihatannya sebelum sama sesudah LASIK nanti ga seberapa jauh, pake kacamata aja deh mending.. beda lagi urusannya kalo emang ada tuntutan karir kayak yang mau masuk TNI/Polri, pilot, atau flight attendant *dan juga chaebol, juga anak raja minyak atau habis menang kuis 1 milyar*

Q: Mahal ya bang... duit darimana hiks ga ada pohon uang ya?
A: Namanya juga operasi badan, bukan operasi kecek-kecek di tukang gigi, alatnya sendiri impor harganya 2M apa 2T tuh katanya dokternya kemarin lupa. Nabung euy, yang halal ya kerjanya, jangan hasil jual diri atau ngemis ke om-om sama tante-tante pokoknya ya~ *widiwkidiwiw*



Surabaya Advanced Lasik Centre (SALC) RS Mata Undaan Surabaya
Jl. Undaan Kulon 19 Surabaya - Telp. 031-5319456
Operational Hours: MON-FRI 07.00-14.00 & SAT 07.00-12.00



4 comments:

  1. Mas itu total biayanya sampe 25 jt apa ngga? Apa lebih malah? Trimakasih

    ReplyDelete
    Replies

    1. Kalo pilih yang femtosecond ya nyampe 25 juta mas, belum periksa pre lasiknya ya jadi nambah jadi sekitar 26jutaan. Harga mungkin bisa juga berubah ya ini harga waktu saya lasik bulan April lalu.

      Delete
  2. Om @agasatria kira2 habis berapa biaya total semua ?
    Trus setelah operasi lasik harus kontrol kah ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tergantung jenis lasiknya pilih yang mana, kurang lebih ya 20-30 juta. Iya harus kontrol 3x.

      Delete